Syarat.

SYARAT KALIMAT TAUHID
(Bagian Ketujuh)

👉🏻 SYARAT KETUJUH

Cinta kepada kalimat yang agung dan barakah ini serta mencintai segala tuntutan dan konsekwensi yang ditunjukkan oleh kalimat Laa Ilaha Illallah. Demikian pula mencintai orang-orang yang mengamalkannya dengan memegangi syarat-syaratnya. Termasuk juga membenci pembatal dari syarat-syarat tersebut.

Allah –ta’ala- berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Diantara manusia ada orang-orang yang menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, mereka mencintai tandingan-tandingan tadi seperti mereka mencintai Allah, dan orang-orang yang beriman lebih mencintai Allah” (QS. Al Baqarah : 165)

Ayat ini menjelaskan tentang kondisi manusia, bahwa ada diantara mereka yang menjadikan tandingan bagi Allah. Dan itu terlihat ketika mereka tidak murni mencintai Allah, namun kecintaan mereka kepada Allah mereka bagi dengan mencintai selain Allah. Ini berbeda dengan orang yang mencintai sesuatu dengan dasar cinta kepada Allah. Mereka mencintai sesuatu karena Allah yang memerintah mereka. Bagaimana lagi orang yang lebih mencintai selain Allah dari pada Allah.

Para ulama menyebut ini dengan ‘Syirkul Mahabbah’ yaitu syirik dalam hal mencintai, karena cinta adalah ibadah dan ibadah haruslah dilakukan atas dasar cinta. Namun tahukan anda bahwa cinta orang beriman kepada Allah melebihi cinta orang-orang musyrik kepada sesembahannya sebagaimana tersebut dalam ayat di atas “dan orang-orang yang beriman lebih mencintai Allah”

Cinta akan menghilangkan kebencian, sehingga ketika generasi ummat ini ada yang murtad, maka Allah akan menggantikannya dengan lawannya, yaitu generasi yang mencintai Allah dan dicintai oleh Allah. Sebagaimana firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ….

“Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai Allah dan merekapun mencintai Allah….” (QS. Al Maidah : 54)

Dalam hadits dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu- beliau berkata bahwa rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Tiga perkara yang barangsiapa ada padanya, maka ia akan merasakan manisnya keimanan, yaitu jika Allah dan Rasulnya lebih ia cintai daripada selainnya, tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekufuran seperti bencinya ia dimasukkan ke dalam neraka” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah iman, indah dan manis bagi mereka yang Allah tanamkan kecintaan kepada keimanan dalam hatinya. Allah dan rasulNya lebih ia cinta dari selainnya, ia tidak mencintai kecuali karena Allah, dan ia benci kembali kepada kekufuran, termasuk kekufuran dalam hal cinta.

Maka Ahli La Ilaha Illallah mencintai Allah dengan kecintaan yang ikhlash, sedang ahli kesyirikan mereka mencintai Allah namun mereka juga mencintai selain Allah bersamaan ia mencintai Allah dan ini akan menghilangkan tuntutan La Ilaha Illallah.

(Bersambung)

Ustadz Bambang Abu Ubaidillah Hafizhahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s